Sabtu, 31 Desember 2011

Air Mata Darah
Air Mata Darah


kini….
Alam kembali marah, tak ada tawar menawar dengan keramahan
Hingga banyak diantara kita tergenggam tanpa nyawa
Air mata bagai darah meratakan dunia
Hati serasa teriris sembilu, jantung seperti hilang detakan
Apa tuhan sengaja memberi isyarat kepada hambanya yang serakah
Biar bumi menangis, merintih perih…
Sebelum kerusakan itu menjelma menjadi kepingan pengingat
Siapakah aktor dibalik semua ini ???
Hingga anak-anak tak berdosa harus pasrah ditelan bencana
Pada lain tempat……
Wajah-wajah berbusana mulia turut teriris saat bentangkan sajadah dalam apel lima kali sehari……
Sudahlah Tuhan !
Air mata kami terasa mengering merenungi diri dari dosa-dosa
Kami lelah dengan peristiwa kelam ini
Biarkan kami membasuh bumi yang kotor ini
Dengan linangan air mata sesal, hingga lebur segala khilaf
Sebelum roh kami ENGKAU tumpuk di Padang mahsyar……

Makassar, 30102010

Rabu, 07 Desember 2011

Gene Netto: KPK: 60% PNS Terindikasi Korupsi

Gene Netto: KPK: 60% PNS Terindikasi Korupsi: Modus yang digunakan adalah perjalanan dinas. Selasa, 6 Desember 2011, 11:39 WIB VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyat...

Rabu, 02 November 2011

ulaifatul-chunah: KUTOIN

ulaifatul-chunah: KUTOIN: Nama : Ulaifatul Chunah NIM/kelas : 04.07.1603 / AKP VII 1)KUTOIN Phenytoin adalah suatu preparat anti epilepsi yang berguna untuk pen...

Selasa, 01 November 2011

Rindu Satwa dan Puspa

BY : Adi Pujakesuma (penyandang epilepsy)

SATWA TAK BISA MENGURAI KATA-KATAMUTIARA…
TIDAK TAHU KAPAN HARUS BERBUAT SESUATU, AGAR SATWA ITU TIDAK PUNAH SIA-SIA…
...
MEREKA TERKUNGKUNG DALAM LEMBAB KEHILANGAN TEMPAT BERLINDUNG….
MEREKA TERKURUNG DALAM RUANG KOTAK DALAM SIRKULASI UDARA YANG TIDAK MENGENAL BAIK, SEGALA PERUBAHAN CUACA….

RINDUKU PADA PUSPA PUPUS SEBATAS MIMPI DI MALAM HARI
DIBANJIRI LEMBARAN IMITASI YANG MIRIP ASLINYA….
KEMBAR TAPI BEDA, BENTUK SERTA AROMANYA…
LANGKA DAN TERAMAT MAHAL BEGITU MEMANDANG PUSPA CIPTAAN-NYA, APA LAGI DALAM TATA RUANG KOTA????

PENJAJAMU MEMBUANG BANGKAI MEREKA HINGGA REBAH KE TANAH
MENJADI DAUR ULANG SAMPAH….
KEHARMONISAN ALAM TELAH PUNAH DALAM RINDU DENDAM PARA MANUSIA DIATAS RINDU SATWA DAN PUSPA….

SATU DEMI SATU MUSNAH DARI GENGGAMAN TANGAN KITA
BERGUGURAN DIDESAK KEBIADABAN ZAMAN YANG LUAR BIASA MENAKJUBKAN


(di dedikasikan dalam rangka memeringati hari cinta puspa dan satwa, 5 Nopember)

Tentang Keadilan

By : Adi Pujakesuma (penyandang epilepsi)
Kemana keadilan dimuka bumi ini. dimana letak keadilan itu
Iblis serta syetan tertawa menyaksikan agresifitas manusia......
Seandainya aku mati menyaksikannya, aku akan mengejek keadilan di dunia ini...
... Sebenarnya....
Kematian dan hotel prodeo hukuman setimpal bagi pelanggar hukum....
Sementara kehormatan, kekayaan, penghargaan masih saja disematkan kepada pemangku harta negara yang lebih kejam dari perompak.....
Mencuri ayam dibilang sadis, sementara sang koruptor kita anggap terhormat...
Yang membunuh jasad harus mati...
Yang membunuh hati nurani di bela mati-matian lalu di bebaskan....
Antara sadar dan tidak, sebenarnya kita telah merampas hak-hak mereka, berdalih atas nama Tuhan Yang Maha Esa...Kenyataannya Keuangan yang berkuasa
Inikah Reformasi yang kita perjuangkan dan agungkan.....

Minggu, 16 Oktober 2011

Aku Sayang Kau Dan Istriku

By : Adi pujakesuma
Aku tak mampu memilih…
Antara kau dan istriku..
Kalian sama-sama sempurna dimataku..
Aku mencintai kalian..

Aku memang egois.
Membohongi cinta yang telah kau berikan.
Namun,jika hatiku telah berkata…
Aku tak dapat melerainya…
Aku memang manusia biasa yang tak sempurna
dan banyak salah.....
Hatiku tlah memilih kalian..
Aku cinta padamu dan istriku..
Aku memang aneh…
Mencintai dua wanita sekaligus…

Namun, aku juga tak tahu.
Kenapa aku bisa seperti ini..
aku seperti dikendalikan oleh hatiku…

Jika,aku salah
Kau boleh marah padaku..
Namun, aku akan tetap mencintaimu
dan istriku selama hidupku..
Ya Alloh…maafkan atas kekhilafanku selama ini

Rabu, 12 Oktober 2011

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

Adi Pujakesuma
(penyandang Epilepsi)

Manusia diciptakan oleh Alloh SWT memiliki nafsu, sahwat, karakter dan tabiat yang berbeda. Karena perbedaan itulah ayo kita jadikan alat persatuan agar lebih berwarna dan berarti antara manusia satu dengan manusia yang lain. Bukan malah dijadikan sebagai alat permusuhan ataupun perpecahan.
"Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh".............akhir-akhir ini BHINNEKA TUNGGAL IKA sudah tergadaikan, jadi yang ada hanya perseteruan, anarkisme dan ujung-ujungnya hancur lebur jadi abu.
jika sudah begini siapa yang harus dipersalahkan???????Manusia
Percayalah kawan, Bangsa yang besar dibangun berlandaskan persatuan bukan permusuhan.

Makassar, 13 Oktober 2011
Pukul 11.19 wita

Selasa, 11 Oktober 2011

Do'a

Yaa Alloh....
apa aku harus menjalani hidup seperti saat ini....
dengan kondisi lemah tak berdaya sakit yang berkepanjangan...
entah sampai kapan ku sabar dengan cobaan ini..
Ya Alloh......
Ampuni segala keluhan ku ini, atau hanya emosi sesaatku terhadap rasa sakit yang ku derita....
sekali lagi berilah petunjuk-Mu wahai yang maha suci....
ku hanya dapat bermohon atas semua ini.....berilah aku kekuatan untuk semua ini
bimbinglah aku ya Alloh, semoga terkabulkan apa yang aku ingingkan.......
KAU maha tahu atas kejadian sebelumnya dan yang akan datang....Amin....

Daftar Perpustakaan Online di Seluruh Indonesia

Daftar Perpustakaan Online di Seluruh Indonesia

Rabu, 31 Agustus 2011

Lebaran oh lebaran

Adi Pujakesuma (penyandang Epilepsi)

Allohu 3x Lailahaillalahu allahu akbar Allohuakbar Walillahilham
Opor ayam sdh habis, ketupatpun habis pelan-pelan...
usut punya usut lebaran yang berbeda-beda.....aneh ya.....
Biarpun berbeda-beda tapi tetap terasa indah kali ye...
Ucapannya tetep sama Selamat Idul Fitri ya...bukan yang laen.....


Ketika Aku Masih Boleh Hidup


By Christie Damayanti
Tuhan memberi kehidupan untukku sejak di kandungan ibuku
Tuhan memberi kehidupan untukku ketika aku kecil hingga saat ini
Tuhan memberi kehidupan untukku dalam melahirkan dan membesarkan anak2ku
Tuhan juga yang memberikan kehidupan untukku ketika aku di serang stroke yang parah …..
Dulu, aku belum bisa memahami tentang kehidupanku dalam hubunganku dengan Tuhan
Tetapi ketika aku hampir menghadap Tuhan sewaktu aku melahirkan anakku yang kedua,
Ketika hidupku hampir melayang karena sebuah kanker yang menyerang rahimku,
Dan ketika serangan stroke hampir merenggut kehidupanku,
aku sangat percaya, bahwa Tuhan selalu menyertaiku ……
Tetapi,
Aku manusia biasa, sahabat ……
Ketika darah segar keluar dari liang rahimku,
aku tertegun ……
Ada apa lagi dengan tubuhku, Tuhanku?
Adakah kanker menyerangku lagi?
Adakah virus2 lain memporak poranda tubuhku lagi?
Tidak cukupkah tubuhku menerimanya dengan mendapat bertubi2 permasalahan?
Tuhan …..
Seolah aku tidak percaya,
seolah aku merasakan Tangan Tuhan menjamahku
seolah Tuhan menghampiriku …..
Hatiku berdebar …..
Pikiranku melayang …..
Akankah Tuhan segera memanggilku?
Akankah Tuhan begitu mencintaiku ?
Aku depresi sungguh …..
Air mataku merebak, tidak hanya mengalir
Aku tersedu, bagaimana dengan anak2ku?
Tuhanku …..!!
Tidak ada yang bisa membuat hatiku bersenandung,
tidak ada yang bisa membuat pikiranku melayang jauh,
dan tidak ada yang bisa membuat aku tersenyum walau hanya sedetik,
aku depresi sungguh …..
Hidupku memang di ujung tanduk
Tuhan memang sangat sayang kepadaku
Tuhan selalu membuat aku belajar untuk terus mencari kesempurnaan yang Tuhan inginkan dari padaku ……
Aku tahu itu …..
Aku mau selalu belajar, Tuhan ……
Aku mau tetap kuat, Tuhan …..
Aku mau hidupku apa yang Tuhan mau dari padaku
Tetapi,
Aku manusia biasa, Tuhan …..
Saat ini,
aku memang tidak sedang menjalani kehidupan sebagai seorang anak kecil, seperti dulu,
Tidak sedang menyelami kehidupan negeri dongeng
Tetapi aku sedang menjalani dimana Tuhan turut bekerja dalam segala perkara
Tuhan sedang menguji aku
Dan aku tahu bahwa pengujianku tidak akan melebihi kekuatanku
Hingga pada saatnya, entah bagai mana caranya,
Tuhan akan memberkatiku,
dan aku akan lebih baik lagi
Aku tahu,
Suatu saat, aku akan muncul dari pemurnian
Bersama dengan Tuhan, hidupku akan memancarkan kemuliaan Tuhan
Dan aku akan keluar sebagai ‘pemenang’ ….
Tetapi, Tuhan …..
Bagaimana cara aku beriman kepada Mu?
Bagaimana cara aku selalu memuji dan memuliakan Nama Mu, sedangkan aku bergulat dengan maut?
Bagaimana caranya, Tuhan ?
Aku menengadah kepada Mu
Aku bersandar kepada Mu
Aku pasrah dan berjuang untuk hidup dalam Tangan Mu …..
Aku mengandalkan tuntunan Mu …..
Hari ini,
Satu pelajaran lagi dari Mu, Tuhan
Bahwa hidup matiku, hidup mati kita semua, sangat terletak di tangan Mu
Bahwa kehidupan ku, kehidupan kita semua, sangat tergantung dari pada Mu
Aku tersenyum,
ketika seorang sahabat mendoakanku, hari ini
Aku mulai menyanyikan pujian kepada Nya
Aku mulai bersemangat untuk lebih baik lagi …
Bahkan di saat aku bergulat dengan maut,
Tuhan sudah memberikan sebuah pelajaran lagi
Dan aku masih mau belajar
Untuk kehidupanku yang sebenarnya bersama Mu …..
(puisimu sangat menyentuh hatiku, dan sangat puitis tiap kata serta mengandung arti yang tersirat
sangat mendalam bagiku, maka ijinkan aku utk mengaploadnya ke dalam blogger yang sederhana ini. maklum baru belajar buat blogger. trims sebelumnya mbak cristie).

Sabtu, 27 Agustus 2011

Gema Takbir Meraih Kemenangan

<iframe src="http://www.stafaband.info/embed-41475.html" width=100% height=70 scrolling="no" frameborder=0></iframe>

Rabu, 17 Agustus 2011

Selamat Idul Fitri 2011

Taqabalallahu minna waminkum, taqabal yaa kariim
Apabila ada langkah yang membekas lara, apabila ada kata yang merangkai dusta
dan ada tingkah polah yang pernah menoreh luka...
Di bulan ampunan ini mohon dibukakan pintu maaf sedalam2nya.....
Selamat Idul Fitri 1432 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Rabu, 10 Agustus 2011

Makna Kehidupan

Adi Pujakesuma (penyandang epilepsi)
Dikala lelahku, aku pernah terjerumus dalam hina........
namun ku banngkit kembali untuk berbuat sesuatu yang lebih baik
meski itu belum tentu dianggap baik oleh orang lain....
tapi percalah hidup ini indah meski sakit ku rasakan...
itulah makna kehidupan bagiku, meskipun tubuh ini tak berdaya tapi rohani berontak
ingin terus hidup, dan terus hidup....
dibalik keberhasilan seorang lelaki ada wanita tangguh yang mendampingi dalam suka dan duka
meski terkadang wanita itu tidak menerima kekurangan seorang lelaki....
biarlah ku jalani hidup ini apa adanya hingga ajal datang menjemput 
Entah itu kapan datangnya....

Minggu, 10 Juli 2011

Aku Cinta Kau Dan Istriku

Oleh : Adi Pujakesuma (Penyandang Epilepsi)


Aku tak mampu memilih…
Antara kau dan istriku..
Kalian sama-sama sempurna dimataku..
Aku mencintai kalian..

Aku memang egois.
Membohongi cinta yang telah kau berikan.
Namun,jika hatiku telah berkata…
Aku tak dapat melerainya…

Hatiku tlah memilih kalian..
Aku cinta padamu dan istriku..
Aku memang aneh…
Mencintai dua wanita sekaligus…

Namun, aku juga tak tahu.
Kenapa aku bisa seperti ini..
aku seperti dikendalikan oleh hatiku…

Jika,aku salah
Kau boleh marah padaku..
Namun, aku akan tetap mencintaimu
dan istriku selama hidupku..
Ya Alloh…maafkan atas kekhilafanku selama ini

Senin, 04 Juli 2011

5 juli 20100, aku baru ke kantor maklum nggak bisa berangkat pagi-pagi, karena harus minum obat epilepsi 2x sehari, and kalo pagi ngantuk karena pengaruh obat di tambah lagi aku nggak kuat dengan cuaca pagi hari alias mandi pagi-pagi, kecuali pakai air hangat, itupun kalo istriku tidak repot.
Jadi bagi rekan-rekan KLH terutama di PPE Sumapapua, harap maklum kalo aku selalu telat mgantor dan cepat pulang, sebab nasehat dari dokter tidak di anjurkan memporser tenaga/aktifitas yang berat apabila ingin epilepsinya sembuh. selain itu pola makan harus dijaga dan selalu banyak makan, makanan yang berprotein tingggi untuk menambah daya tahan tubuh. selain itu harus juga minum air panas/hangat-hangat kuku agar lebih bermanfaat bagi penyandang epilepsi seperti diriku. Demikian curhatku hari ini, kapan-kapan di sambung lagi jika pulih kondisiku. Do'a kan aku supaya lekas sembuh dan hidup normal kembali....Amin

Senin, 27 Juni 2011

Sang Pendobrak Kecurangan dari Desa Gadel Surabaya

Oleh : Adi Pujakesuma (penyandang Epilepsi)

Robbi habli minas sholihin, putra soleh kebanggaan Ny. Siami (32), Alifah Ahmad Maulana (13) dengan berani mengungkap ketidak jujuran yang terjadi di sekolah, dengan resiko diusir oleh warga sekitar dari kampung dan rumahnya sendiri.
Guru (digugu lan ditiru=didengar dan diikuti), tapi kali ini oknum guru meminta anak muridnya untuk memberikan contekan kepada teman-temannya saat ujian nasional lalu, untung perintah salah-kaprah tersebut tidak dituruti oleh Alifah Ahmad Maulana, sesuai namanya Alifah Ahmad Maulana merupakan awalan huruf hijaiyah, bentuknya berdiri tegak lurus tidak goyah memegang perinsip, jika ada oknum guru yang memerintahkan muridnya untuk menyontek massal, perlu di pertanyakan kredibilitasnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Sekolah semestinya bukan hanya sekedar tempat mentransfer ilmu serta mengejar target tingkat kelulusan siswa. Lebih penting dari itu, mendidik moral dan karakter cikal bakal tunas bangsa terutama soal kejujuran di negeri ini. Kita harusnya bangga ditengah-tengah gurita koruptor masih ada sang pendobrak kecurangan dari desa gadel surabaya, tanpa pamrih melawan kemunkaran, diantara ke dzaliman penguasa dan arogansi pendekar-pendekar hukum bergelimang kemewahan. Ibu Siami dan anaknya tidak melarikan diri atau ngumpet dari buruan polisi dan KPK tapi tersingkirkan dari tetangganya yang dianggap berlebihan. Hati nuraninya tergerak merindukan tegaknya kejujuran dalam dunia pendidikan, tidak terima anak-anak, termasuk putranya di tingkat SD diminta mencontek.
Jika kebohongan sudah mendarah daging maka kejujuran tiada arti, dimana contek massal sudah mewabah hingga pelosok desa, hal ini mengindikasikan pendidikan moral di negeri tercinta ini masih jauh dari harapan, nafsu kecurangan menjadi panglima, kejujuran di hujat, dengan melibatkan anak SD untuk melakukan contek massal dalam ujian nasional, namun yakinlah kejujuran akan selalu ada meski tidak nampak, kebenaran memang membutuhkan keberanian, berhati baja untuk mendobrak kesemrawutan negeri ini, dibutuhkan tangan besi untuk membasmi kemungkaran tersebut.
Korupsi adalah kanker kronis menggerus harapan dan kepercayaan, kemungkinan bahwa di sekitar kita masih ada orang yang bersih. Kita tidak malu melihat kegetiran ini karena malu itu milik orang dewasa, sedangkan kita sekali lagi, belum pernah terlihat dewasa dimata seorang anak SDN Gadel 2, Tandes Surabaya bernama Alifah Ahmad Maulana (13).
Korupsi adalah penyimpangan yang berakar dari watak koruptif manusia yang tidak terkendali, berhasrat akan kekayaan dan kekuasaan yang menghalalkan segala cara dan otoritas yang tidak transparan. Kita tahu korupsi bukan cuma efek samping dari ketidak jelasan aturan birokrasi kita, juga bukan sekedar karena ada kesempatan. Hasrat menjadi terpandang, karena berkuasa dan kaya raya yang kita sahkan sebagai orientasi cultural yang penting itu, sejak dini sudah membawa bibit terpendam untuk korup. Jika orang-orang yang korup menguasai pemerintahan dalam bentuk struktur bagaimana pun, struktur tersebut akan tercemar, hal ini karena kebusukan sistemik.
Logikanya ibu Siami (32) mendapat dukungan karena memperjuangkan tegaknya kejujuran, kondisi yang saat ini jadi barang mewah untuk Indonesia, sebaliknya tetangganya justru membela ketidak jujuran. Kita perlu belajar banyak dalam lautan lumpur kebohongan dan Negara yang kleptokratis, muncul kejujuran kecil. Perbaikan perlu dilakukan dan disertai praksis pendidikan yang tidak hanya mengejar lembaran ijasah.
Engkau bagai lilin rela hancur demi menerangi kegelapan. Engkau pula yang telah menyentil kami tentang kejujuran yang mulai pudar. Mari budayakan hidup jujur sejak usia dini, agar anak-anak kita kelak tidak korup.
Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi……..

DILEMA TKW DI NEGERI KORUPTOR


Oleh : Subhan Riyadi (penyandang epilepsy)
TKW asal Indonesia ibaratnya sapi perah, boleh di bilang tenaga mereka di perah sementara nyawanya tergadai sia-sia.
Masih terngiang di telinga nasib tragis yang menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal indonesia seperti sumiati dan kawan-kawan, dera mereka di tangan majikan. Mulai dari penyiksaan fisik seperti di gunting bibirnya, di siksa hingga buta permanen, di setrika, di perkosa dan mayatntya pun di buang di tempat pembuangan sampah, sungguh biadab perbuatan tersebut, tidak memiliki rasa prikemanusiaan, prilaku mereka tak ubahnya seperti binatang. Maksud hati mengadu nasib di negeri orang seperti arab Saudi, untuk memperbaiki taraf hidup keluarga dengan taruhan harta, darah dan keringat, bukannya untung malah buntung, bukannya kenikmatan malah penyiksaan yang mereka alami.
Penyiksaan terhadap TKI khususnya TKW sama halnya menginjak-injak harkat dan martabat Indonesia, mereka beranggapan (timur tengah) pemerintahan Indonesia seperti macan ompong, hanya berkoar-koar di kandang sendiri, sementara di luar tak bertaji. Tidak bisa menghidupi bangsa sendiri, padahal negeri Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam, tapi miskin Sumber Daya Manusia. Seperti yang di amanahkan UUD 1945 pasal 33 ayat 3 : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya di kuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Pada pasal 34 “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara.”
Aplikasi di lapangan jauh panggang dari pada api, sebagai bangsa indonesia tentu tidak mengaharapkan hal memalukan seperti itu tidak terulang kembali. Tidak ada salahnya menciptakan lapangan pekerjaan di negeri sendiri, dengan sistem yang baik tanpa budaya kongkalikong atau D3 (dekeng, duit, dulur), tentu akan meminimalisir penyiksaan yang dialami pahlawan devisa tersebut.
Melihat SDM yang tersedia kami yakin pemerintah dapat mewujudkan aspirasi tersebut. Kurangi pengiriman TKI ke luar negeri tanpa memikirkan aspek keselamatan/perlindungan hidup mereka di negeri orang, jika hanya terkesan mencari untung dari derita anak bangsa, apatah lagi yang dikirim SDMnya pas-pasan dan terbelakang tentu hanya akan dijadikan kelinci percobaan sang majikan.
Besar harapan tertuju pada institusi yang berkompoten untuk mengusut tuntas kasus-kasus penganiayaan TKI/TKW di luar negeri hingga ke akar-akarnya, jangan terkesan tebang pilih. Masih adakah keadilan di Negara ini?
Di indonesia banyak diantara pemimpin memberi contoh, tetapi hanya sedikit pejabat yang bisa di contoh. Perilaku korupsi memang sudah menggeliat dimana-mana. Entah, antara pengusaha dan pejabat birokrat yang mempunyai kekuasaan, atau antara warga masyarakat yang bertaraf hidup menengah ke keatas, wajarlah bila orang-orang selalu mendengar kata korupsi. Pantas saja Negara kita merupakan surga bagi para koruptor, memang aneh terdengar tapi nyata. Di lain sisi miris mendengar derita pahlawan devisa di negeri orang, sementara di negeri sendiri keanehan terjadi kehebohan yang luar biasa, seperti kasus Gayus Tambunan yang tambun sebagai mafia pajak begitu istimewa di layani bak raja dengan omset milayaran rupiah hingga mahkamah yang terhormat. Wow !!! sehingga memiskinkan Indonesia leluasa berplesiran ke singapura bersama istri dan anaknya, yang masih hangat di berita liburannya Gayus ke Bali untuk menonton turnamen tenis dengan akomodasi hotel berbintang fasilitas serba nomor wahid, dengan segala trik dan intrik akal bulus gayus dan kroninya dibantu beberapa elit politik begitu hebat berkelit tidak saling mengenal berjamaah membantah.


Politik itu kejam ?
Rekayasa politik dan sebagainya lah, sehingga rakyat dibuat bingung, apa yang sebenarnya terjadi, siapa kawan, siapa lawan, siapa benar siapa salah? Seolah-olah kasus koruptor berjalan di tempat sudah membudaya dianggap biasa, lalu ramai-ramai orang berpendapat begini, begitu, penjual ikan pun tahu, pasti akan reda sendiri, tuntutan usut tuntas koruptor hanyalah angin lalu, ibarat kentut yang bau, terhembus angin dan berlalu sendirinya.
Pelaku korupsi biasanya menyerang segala struktur. Di setiap struktur terdapat interaksi konflik antara koruptor dan mereka yang membenci perilaku korupsi (orang yang lurus). Struktur menampung keduanya, tergantung pada siapa yang mampu menyusupkan kekuasaan lebih besar. Korupsi di tingkat birokrasi rendahan terjadi selain sebagai konsekuensi dari korupsi di tingkat elite, tetapi juga karena gaji PNS yang rendah dan terbukanya peluang di dalam sistem birokrasi yang panjang dan sentralistis. Praktik suap menyuap antara penyelenggara negara dan masyarakat adalah pemandangan sehari-hari yang membentuk moral korupsi sehingga korupsi dirasakan sulit untuk di berantas. Aktor utama korupsi adalah pemerintah dan sektor swasta, dan rakyat banyak menjadi korban utamanya. Ciri manusia indonesia yang menonjol ialah hipokrit, lain di muka, lain di belakang, segan dan enggan bertanggungjawab atas perbuatan, kelakuan, atau pun pikiran serta berjiwa feodal.
Sementara kasus yang menimpa TKI/TKW sumiati cs, diperkirakan akan terulang bagi TKI/TKW lainnya, pasalnya selain kontrak kerja yang lemah terkesan mencari untung dan ini pula disebabkan kurang tegasnya pemerintah, apalagi melawan kerajaan Arab Saudi, apalah daya pemerintahan kita?
Ironis memang, banyak TKI/TKW kita yang dikirim berpendidikan rendah, akibatnya mereka yang berangkat tidak memahami hak-haknya sehingga dengan mudahnya dipermainkan.
Berikut 7 kasus kekerasan terhadap TKW asal Indonesia.
1.      Nirmala Bonat             : Di setrika hingga melepuh, di siram air keras     hingga cacat kulit pemanen.
2.      Siti Hajar                     : Di siksa, di perkosa sang majikan, di pukul martil.
3.      Sumiati                        : Di siksa, di gunting bibir atas, di pukul.
4.      Modesta Rangga Eka : Di iris telinganya dan di siksa, di pukul.
5.      Hariyatin                      : Di siksa hingga buta permanen, di potong gaji, tidak di beri makan dengan layak.
6.      Muntik                         : Patah tulang belakang, lumpuh.
7.      Kikim Komala Sari      : Di paksa melayani nafsu bejat majikan, di siksa, hingga meninggal dan mayatnya di buang di tempat sampah. (one The Spot Trans7).
Siapa berikutnya……….

Korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) menjadi beranak pinak ketika otonomi daerah di berlakukan. Memasuki otonami daerah, sentralisasi kekuasaan tidak saja cair, melainkan juga melahirkan raja-raja baru di daerah. Daerah semakin kuat dan perkasa, baik dalam pengaturan keuangan maupun penguasaan aset-aset strategis. Sebab KKN kini hanya ganti “preman” bagi pelakunya. Bahkan pengerukan uang-uang negara justru kian menggila. Kejujuran, keterbukaan, dan menjunjung tinggi etika saat ini menjadi barang langka. Ceramah para ulama, nasehat orang bijak,  peringatan orang tua dianggap aneh. Melakukan tindakan jujur justru dianggap tidak popular serta terasing. Hal tersebut sekarang ini berlaku dalam semua strata kehidupan sosial dan menyebar merata dari sabang hingga merauke. Sementara rakyat kecil yang merupakan bagian terbesar penduduk indonesia terus menerus di paksa menelan kebohongan.
Dan, memang kita menjadi risih mendengar cerita suap menyuap yang semakin subur, dan ini mengingatkan kita untuk kembali kepada agenda reformasi untuk memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme belum seratus persen terwujud.
Wallahu a’lamu bish shawaaf.

Minggu, 26 Juni 2011

DILEMA TKW DI NEGERI KORUPTOR

Sang Pendobrak Kecurangan dari Desa Gadel Surabaya


Robbi habli minas sholihin, putra soleh kebanggaan Ny. Siami (32), Alifah Ahmad Maulana (13) dengan berani mengungkap ketidak jujuran yang terjadi di sekolah, dengan resiko diusir oleh warga sekitar dari kampung dan rumahnya sendiri.
Guru (digugu lan ditiru=didengar dan diikuti), tapi kali ini oknum guru meminta anak muridnya untuk memberikan contekan kepada teman-temannya saat ujian nasional lalu, untung perintah salah-kaprah tersebut tidak dituruti oleh Alifah Ahmad Maulana, sesuai namanya Alifah Ahmad Maulana merupakan awalan huruf hijaiyah, bentuknya berdiri tegak lurus tidak goyah memegang perinsip, jika ada oknum guru yang memerintahkan muridnya untuk menyontek massal, perlu di pertanyakan kredibilitasnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Sekolah semestinya bukan hanya sekedar tempat mentransfer ilmu serta mengejar target tingkat kelulusan siswa. Lebih penting dari itu, mendidik moral dan karakter cikal bakal tunas bangsa terutama soal kejujuran di negeri ini. Kita harusnya bangga ditengah-tengah gurita koruptor masih ada sang pendobrak kecurangan dari desa gadel surabaya, tanpa pamrih melawan kemunkaran, diantara ke dzaliman penguasa dan arogansi pendekar-pendekar hukum bergelimang kemewahan. Ibu Siami dan anaknya tidak melarikan diri atau ngumpet dari buruan polisi dan KPK tapi tersingkirkan dari tetangganya yang dianggap berlebihan. Hati nuraninya tergerak merindukan tegaknya kejujuran dalam dunia pendidikan, tidak terima anak-anak, termasuk putranya di tingkat SD diminta mencontek.
Jika kebohongan sudah mendarah daging maka kejujuran tiada arti, dimana contek massal sudah mewabah hingga pelosok desa, hal ini mengindikasikan pendidikan moral di negeri tercinta ini masih jauh dari harapan, nafsu kecurangan menjadi panglima, kejujuran di hujat, dengan melibatkan anak SD untuk melakukan contek massal dalam ujian nasional, namun yakinlah kejujuran akan selalu ada meski tidak nampak, kebenaran memang membutuhkan keberanian, berhati baja untuk mendobrak kesemrawutan negeri ini, dibutuhkan tangan besi untuk membasmi kemungkaran tersebut.
Korupsi adalah kanker kronis menggerus harapan dan kepercayaan, kemungkinan bahwa di sekitar kita masih ada orang yang bersih. Kita tidak malu melihat kegetiran ini karena malu itu milik orang dewasa, sedangkan kita sekali lagi, belum pernah terlihat dewasa dimata seorang anak SDN Gadel 2, Tandes Surabaya bernama Alifah Ahmad Maulana (13).
Korupsi adalah penyimpangan yang berakar dari watak koruptif manusia yang tidak terkendali, berhasrat akan kekayaan dan kekuasaan yang menghalalkan segala cara dan otoritas yang tidak transparan. Kita tahu korupsi bukan cuma efek samping dari ketidak jelasan aturan birokrasi kita, juga bukan sekedar karena ada kesempatan. Hasrat menjadi terpandang, karena berkuasa dan kaya raya yang kita sahkan sebagai orientasi cultural yang penting itu, sejak dini sudah membawa bibit terpendam untuk korup. Jika orang-orang yang korup menguasai pemerintahan dalam bentuk struktur bagaimana pun, struktur tersebut akan tercemar, hal ini karena kebusukan sistemik.
Logikanya ibu Siami (32) mendapat dukungan karena memperjuangkan tegaknya kejujuran, kondisi yang saat ini jadi barang mewah untuk Indonesia, sebaliknya tetangganya justru membela ketidak jujuran. Kita perlu belajar banyak dalam lautan lumpur kebohongan dan Negara yang kleptokratis, muncul kejujuran kecil. Perbaikan perlu dilakukan dan disertai praksis pendidikan yang tidak hanya mengejar lembaran ijasah.
Engkau bagai lilin rela hancur demi menerangi kegelapan. Engkau pula yang telah menyentil kami tentang kejujuran yang mulai pudar. Mari budayakan hidup jujur sejak usia dini, agar anak-anak kita kelak tidak korup.
Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi……..

Rabu, 22 Juni 2011

Cintaku dan Epilepsiku

wahai derita alangkah ringannya ku jalani
setelah sekian tahun ku lalui....
berat memang awalnya tuk di dalami
karena pepatah jawa mengatakan seperti ini.....
witing tresno jalaran soko kulino....
itulah kira-kira sepenggal cintaku thd sang pencipta
cintaku terhadap seorang wanita bahkan dua sekaligus...
terakhir rasa cintaku terhadap epilepsiku....
inilah sekiranya penebusan dosaku dalam menjalani hidup
Tuhan.....
engkau maha tahu dan maha penyembuh dari segala penyakit
yang engkau kirimkan kepada ku.....
Tuhan......
ku serahkan jiwa raga ini kapan saja KAU mau menjemputku
namun jika mampu ijinkan aku menginjakkan kaki menuju Tanah Suci
amin.....

Selasa, 21 Juni 2011

Mahalnya Kejujuran

Di tengah lautan lumpur kebohongan, yakinlah akan ada kejujuran
meski kecil dan terkadang tidak nampak. bahkan kejujuran itu diabaikan
dianggap angin lalu.....
bersabarlah wahai orang-orang yang berjiwa lurus agar tak bengkok ditelan zaman