Air Mata Darah
kini….
Alam kembali marah, tak ada tawar menawar dengan
keramahan
Hingga banyak diantara kita tergenggam tanpa nyawa
Air mata bagai darah meratakan dunia
Hati serasa teriris sembilu, jantung seperti hilang
detakan
Apa tuhan sengaja memberi isyarat kepada hambanya yang
serakah
Biar bumi menangis, merintih perih…
Sebelum kerusakan itu menjelma menjadi kepingan pengingat
Siapakah aktor dibalik semua ini ???
Hingga anak-anak tak berdosa harus pasrah ditelan bencana
Pada lain tempat……
Wajah-wajah berbusana mulia turut teriris saat bentangkan
sajadah dalam apel lima kali sehari……
Sudahlah Tuhan !
Air mata kami terasa mengering merenungi diri dari
dosa-dosa
Kami lelah dengan peristiwa kelam ini
Biarkan kami membasuh bumi yang kotor ini
Dengan linangan air mata sesal, hingga lebur segala
khilaf
Sebelum roh kami ENGKAU tumpuk di Padang mahsyar……
Makassar,
30102010